Malam larut menyimpan larutan
Larutan untuk sebuah rencana bencana
Kala subuh menjelang
Yang masih larut dalam mimpi tak sempat teriak
Bendungan jebol maka ribuan kepedihan ambrol
Yang teriak tak sempat beranjak
Situ gintung dan mayat terapung
Cirendeu sekitarnya menangis
kita jadi ikutan trenyuh
100 nyawa melayang
Rumah-rumah roboh
jadilah mereka jiwa-jiwa yang merana
Kehilangan harta, benda dan sanak famili
Situ gintung korbannya ditampung
dalam camp pengungsi hingga kini
Tragedi dekat pemilu
maka partai-partai tak tahu malu
memberi bantuan dengan bergaya
supaya dapat suara dibalik suara
Mereka tebar pesona
Sebenarnya ada bom dibalik dengkulnya
Demikian juga saya ada bom dibalik kepalaku
Menulis puisi untuk tugas Bahasa Indonesia
Nilainya moga-moga bagus
Inilah puisi bencana alam, dibungkus politik dan sebuah tugas pelajaran
Tiga dalam satu atau bahasa kerennya three in one
Ponorogo, 11 Mei 2009 15:00
