Malam larut menyimpan larutan Larutan untuk sebuah rencana bencana Kala subuh menjelang Yang masih larut dalam mimpi tak sempat teriak Bendungan jebol maka ribuan kepedihan ambrol Yang teriak tak sempat beranjak Situ gintung dan mayat terapung Cirendeu sekitarnya menangis kita jadi ikutan trenyuh 100 nyawa melayang Rumah-rumah roboh jadilah mereka jiwa-jiwa yang merana Kehilangan harta, [...]
Arsip untuk Mei, 2009
Three In One
Diposkan dalam Puisi pada Mei 13, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ketika Alam Menggugat
Diposkan dalam Puisi pada Mei 13, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Suara hutan menggema Rumput-rumput tertawa Ketika sebuah hukum karma datang Dengan diiringi tangisan awan yang tiada henti menghujani kota ini Kota yang dihuni para kurcaci hina yang tak pernah merasa puas dengan keadaan Sementara itu rumput masih tertawa Sambil sesekali mengejek : “Dasar kurcaci hina mati kau di telan alam” Suara tawa mereka semakin keras [...]
Puisi Pertama
Diposkan dalam Puisi pada Mei 10, 2009 | 5 Komentar »
Entah mengapa aku tertawa riang gembira
Lalu aku pulang dari bukit harapan ini
Sambil bersalto hatiku berkata :
“Akan kubuat layang-layang lagi awas jika tidak kau sobek”
Brrrr
Diposkan dalam Uncategorized pada Mei 9, 2009 | 1 Komentar »
Njajal