Suara hutan menggema
Rumput-rumput tertawa
Ketika sebuah hukum karma datang
Dengan diiringi tangisan awan
yang tiada henti menghujani kota ini
Kota yang dihuni para kurcaci hina
yang tak pernah merasa puas dengan keadaan
Sementara itu rumput masih tertawa
Sambil sesekali mengejek :
“Dasar kurcaci hina
mati kau di telan alam”
Suara tawa mereka semakin keras
hingga membengkakkan telingaku
tangisan sesal pun tak mampu menghentikanya
Ponorogo, 11 mei 2009